invisible hit counter

Berapa Lama Interview Kerja Berlangsung. Menunggu Panggilan Interview

Berapa Lama Interview Kerja Berlangsung
Memahami Berapa Lama Interview Kerja Berlangsung

 

Berapa Lama Interview Kerja Berlangsung. Mendapatkan kesempatan untuk wawancara atau interview kerja dari perusahaan tentu sangat menggembirakan Anda. Apalagi bekerja pada perusahaan adalah dambaan Anda selama ini.

Setelah mengirim lamaran ke banyak perusahaan, tentu Anda menunggu dengan berdebar-debar. Tidak semua orang beruntung sehingga bisa mendapat panggilan wawancara kerja. Karena itu, Anda harus dapat mempersiapkan segalanya, terutama mental.

Bagi Anda yang baru pertama kali melakukan interview, mungkin akan merasa kaget dan bingung. Memunculkan beragam tanda tanya, seperti berapa lama interview kerja berlangsung? Yuk, simak artikel ini hingga tuntas untuk menemukan jawabannya.

Berapa Lama Interview Kerja Berlangsung

Meski telah melamar pada banyak perusahaan, belum tentu Anda bisa dapat panggilan wawancara kerja. Ini merupakan salah satu cara sebuah perusahaan untuk merekrut karyawan baru terbaik. Sesuai dengan praktis sumber daya manusia (SDM).

Memang proses ini cukup menegangkan dan sering membuat gugup. Terutama bagi mereka yang merupakan fresh graduate atau baru pertama kali melamar. Saking gugupnya, tak jarang mereka membuat kesalahan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan HRD.

Perlu diketahui bahwa pengalaman kerja ternyata bukan faktor tertinggi yang menentukan kelancaran dalam wawancara kerja. Biasanya HRD akan lebih memfokuskan pada kepribadian calon karyawan. Termasuk penampilan.

Ini karena kepribadian calon karyawan dapat mempengaruhi 70% penilaian pada suatu perusahaan. Setara dengan pengalaman kerja dan keterampilan. Sementara itu, pendidikan memberi pengaruh sebesar 18% saja.

Ciri ciri pelamar yang lolos

Menurut CNBC Make It, ciri-ciri kepribadian yang paling dihindari pada kandidat calon karyawan adalah pemikiran sempit, ketidakjujuran, kurangnya kemampuan, serta arogansi. Jadi, pastikan Anda tidak menunjukkan sikap demikian ketika sedang melakukan interview dengan HRD.

Lalu, berapa lama proses wawancara kerja berlangsung? Sebenarnya tidak ada aturan baku tentang berapa lama perekrut melangsungkan interview kerja. Biasanya durasi interview kerja antara satu perusahaan dengan perusahaan lain bisa berbeda. Begitu pun dengan pelamar kerjanya. Masing-masing bisa memiliki waktu wawancara yang berbeda.

Akan tetapi, biasanya wawancara kerja profesional berlangsung selama kurang lebih 15 – 45 menit. Ada juga yang bisa mencapai 1 jam. Lamanya durasi interview ini ternyata bisa menentukan kemungkinan lolosnya kandidat.

Apabila proses wawancara kerja berlangsung lebih lama dari perkiraan dan perekrut masih mencoba menggali informasi dari pelamar. Maka ini bisa jadi pertanda bahwa ia merasa tertarik dengan potensi yang Anda miliki.

Selain tentang prospek pekerjaan, pewawancara bisa juga menggali informasi spesifik dari pelamar. Misalnya saja tentang hobi, tujuan hidup, hingga anggota keluarga. Tujuannya untuk mengetahui lebih dalam tentang sang kandidat.

Tanda Anda lolos interview kerja

Tanda lain yang bisa jadi sinyal positif dari interview kerja adalah ketika perekrut meminta pertemuan tambahan. Bisa dibilang juga sebagai interview kedua. Namun, beberapa perusahaan memang ada yang menjadwalkan wawancara lebih dari satu kali.

Baca Juga:  Panduan Membuat Alasan Keluar Kerja Saat Interview yang Tepat

Bahkan ada yang sampai mengajak calon karyawan berkeliling kantor untuk menunjukkan suasana kerja. Tujuannya untuk mengenal pelamar sekaligus menjelaskan lebih dalam tentang perusahaan.

Pada interview kedua, biasanya HRD juga akan memperkenalkan tim kerja mereka pada pelamar. Tim kerja ini ialah mereka yang berada di divisi yang Anda lamar. Ingatlah bahwa perusahaan tidak sembarangan memperkenalkan tim kerja mereka. Kalau ia sampai menjelaskannya pada Anda, berarti Anda adalah orang ‘spesial’ bagi mereka.

Selain itu, kalau perekrut mulai menanyakan perihal gaji, bisa jadi itu adalah indikasi mereka tertarik pada Anda. Dalam kasus ini, perekrut bisa langsung menyetujui permintaan gaji dengan mempertimbangkan kemampuan Anda.

Ada juga yang mengajak pelamar untuk bernegosiasi terlebih dahulu. Alasannya agar mereka mau menurunkan standar gaji yang diminta. Untuk itu, kadang perekrut juga menawarkan fasilitas tertentu.

Baca juga: Panduan bagaimana cara menolak lamaran kerja. Mudah dan Praktis

Menunggu kabar Setelah Interview

kabar Setelah Interview

 

Setelah menjalani interview, Anda mungkin akan bertanya-tanya kapan HRD akan mengabari hasilnya. Umumnya para perekrut akan memberitahu pelamar berapa lama hasil interview disampaikan.

Kebanyakan perusahaan hanya memberi kabar setelah interview bagi mereka yang lolos tahap interview saja. Kabar tersebut biasanya disampaikan via email, SMS, telepon, atau sebagainya. Beberapa kantor juga ada yang menginformasikan pelamar yang tidak lolos melalui email, sembari menyemangati mereka agar tidak menyerah.

Karena itu, sambil menunggu kabar dari interview sebelumnya, sebaiknya Anda juga mulai melamar pada perusahaan lain. Carilah lowongan pekerjaan sebanyak mungkin. Semakin banyak Anda melamar, peluang mendapatkan pekerjaan bisa makin besar.

Berapa Lama Menunggu Panggilan Kerja Setelah Interview ?

Setiap pelamar pastinya penasaran dengan hasil interview mereka. Apalagi kalau perekrut tidak mengabari lebih dari waktu yang dijanjikan. Berapa lama menunggu hasil interview HRD?  Pada umumnya, HRD akan memberi kabar sekitar 3 hari sampai 2 minggu.

Lantas, bagaimana kalau setelah 2 minggu tidak ada kabar hasil interview? Kemungkinan ada orang lain yang lebih pantas untuk mengisi posisi yang Anda lamar pada perusahaan tersebut.

Daripada menunggu ketidakpastian, Anda bisa bertanya kepada pewawancara mengenai waktu pengumumannya. Andaikata Anda lupa bertanya atau recruiter tidak dapat menjawab dengan pasti, sebaiknya langsung melamar pekerjaan lain saja.

Baca juga: Panduan Membuat Alasan keluar Kerja Saat Interview yang Tepat

Tahapan Interview kerja

Interview merupakan salah satu tahapan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Tahapan ini sering menjadi momok menakutkan dan menegangkan bagi para pencari kerja. Sebabnya, mereka akan diwawancarai langsung oleh orang dari pihak kantor tersebut.

Baca Juga:  Contoh Pertanyaan Motivasi Kerja dan Jawabannya. Mudah dan Praktis

Fungsi dari wawancara ini adalah untuk mendapat informasi, data, serta keterangan yang lebih jelas dari pelamar. Meskipun terkesan menakutkan, ini bisa jadi titik balik kesuksesan Anda. Kuncinya adalah mempersiapkan diri dengan matang untuk menarik minat calon atasan.

Jenis pertanyaan yang dilontarkan biasanya terkait dengan kemampuan dan kepribadian Anda. Meliputi pengalaman, skill, latar belakang, hobi, keluarga, dan sebagainya. Dalam proses ini, Anda juga berkesempatan untuk mengetahui tugas-tugas apa yang akan dikerjakan apabila diterima.

Interview Kerja

Setiap perusahaan memiliki tahapan berbeda dalam hal interview kerja. Umumnya terdapat dua langkah interview pada tiap perusahaan, yakni HRD dan user. Nah, walau kesannya mirip, kedua wawancara itu sejatinya berbeda.

Sesuai namanya, interview HRD merupakan sesi wawancara yang dipandu oleh pihak human resources (HRD) perusahaan. Tujuan utamanya untuk memahami kecocokan Anda terhadap budaya kantor.  Pada sisi yang lain, atasan memimpin interview pada user dari divisi yang mereka lamar. Tujuannya untuk mengenal kompetensi dan kepribadian pelamar lebih dalam.

Perbedaan selanjutnya adalah pada waktu pelaksanaannya. Interview HRD selalu dilaksanakan pada tahap awal rekrutmen. Sesi ini akan menjadi gerbang utama untuk mengenal perusahaan tempat melamar lebih dalam. Sedangkan interview user seringkali diadakan di tahap akhir. Bisa dibilang ini menjadi momen penentu lamaran kerja Anda.

Agar proses interview, baik dengan user maupun HRD berjalan lancar, sebaiknya Anda menerapkan sejumlah langkah sebagai berikut.

Kenali siapa pewawancara

Sebelum menjalankan wawancara, sebaiknya Anda lakukan riset mengenai profil perusahaan serta para pekerjanya. Dengan mengetahui latar belakang tersebut, Anda berkesempatan membangun relasi baru ketika proses wawancara berlangsung.

Secara tidak langsung, ini dapat meningkatkan peluang Anda untuk menjadi bagian dari perusahaan. Kebanyakan pewawancara lebih condong mempekerjakan kandidat pelamar yang mereka sukai, di samping kecocokan dengan budaya perusahaan.

Di samping itu, Anda juga bisa menebak kira-kira apa saja tipe pertanyaan yang akan mereka lontarkan pada Anda. Hal ini bagus untuk mendorong rasa percaya diri Anda.

Hadir tepat waktu

Salah satu faktor penting yang jadi pertimbangan perekrut adalah kedisiplinan. Ini menjadi impresi pertama calon atasan terhadap Anda sebagai calon karyawan. Apalagi kalau sampai membuat interviewer menunggu sangat lama.

Memang terkadang ada hal-hal tak terduga yang membuat Anda bisa telat walau sudah mempersiapkannya. Maka itu, cobalah untuk mengetahui lokasi persis serta kondisi lalu lintas perusahaan tempat Anda melamar.

Usahakan untuk hadir setidaknya 30 menit lebih awal. Lebih baik biarkan diri Anda menunggu lebih lama ketimbang interviewer. Anda pun juga akan memiliki waktu tambahan untuk bersiap-siap.

Bersikap sopan

Sebagai pekerja profesional Anda akan dituntut untuk memiliki sikap sopan ketika berada di lingkungan kerja. Memang saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan budaya kerja santai. Namun, sopan santun tetap harus diterapkan. Bahkan sejak proses interview.

Baca Juga:  Panduan Membuat Contoh Surat Resign Simple dan Mudah

Hal ini menjadi salah satu penilaian interviewer terhadap kualitas dan profesionalitas Anda. Kalau berhasil menunjukkan sikap sopan, mereka takkan ragu untuk memberi penilaian baik terhadap Anda.

Tunjukkan sisi unik Anda

Persaingan untuk mendapat pekerjaan sangatlah sulit. Mencapai tahap interview saja belum bisa jadi jaminan Anda lolos. Untuk itu, Anda harus mampu memanfaatkan momen untuk menunjukkan kemampuan dan keahlian yang Anda miliki.

Bukan skill biasa, Anda perlu menunjukkan keunikan diri dengan baik. Menunjukkan sisi unik pada pewawancara dapat membuat mereka tertarik pada Anda. Tetapi, pastikan keunikan tersebut masih berhubungan dengan pekerjaan yang Anda inginkan.

Ketahui kapan harus berbicara

Walau terkesan sepele, cara bicara ternyata sering jadi faktor yang perlu Anda perhatikan saat interview kerja. Karena ini dapat menggambarkan bagaimana karakter Anda yang sebenarnya.

Sebaiknya Anda menghindari berbicara apabila belum tiba waktunya. Tak perlu khawatir karena saat interview, Anda pasti akan memperoleh kesempatan bertanya. Hindari juga membicarakan hal-hal yang berada di luar konteks wawancara agar tetap terlihat profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Anda juga bisa menanyakan banyak hal terkait flow pekerjaan atau perusahaan. Jadi, manfaatkanlah waktu-waktu tersebut untuk bertanya sebaik mungkin.

Berapa Kali Interview Kerja?

Berapa Kali Interview Kerja

 

Masing-masing perusahaan memiliki tahapan perekrutan yang berbeda. Biasanya perusahaan akan melakukan proses interview sebanyak dua kali, yakni di awal dan akhir. Kedua tahapan ini akan berbeda karena dilakukan divisi yang berbeda juga.

Pada tahap awal, Anda akan berhadapan dengan HRD. Kemudian pada tahap akhir bersama user. Keduanya memiliki fokus yang berbeda. HRD lebih melihat pada kecocokan pribadi dengan budaya perusahaan. Sedangkan user melihat kesesuaian kemampuan dan skill dengan pekerjaan.

Namun, ada juga perusahaan yang memberlakukan interview hanya satu kali. Biasanya HRD sendiri yang melakukannya bersama-sama dengan user.

Kenapa Interview Lama?

Ana sering merasa penasaran Berapa Lama Interview Kerja Berlangsung? Berbicara soal waktu interview kerja berlangsung, sebenarnya tidak ada aturan baku yang mengikat. Masing-masing perusahaan bebas menentukan waktu terbaik untuk melakukan wawancara.

Seringnya, perusahaan melakukan wawancara kerja formal dalam waktu sekitar 15 menit hingga 1 jam. Tergantung pada kandidat tersebut. Kalau perekrut menganggap Anda kurang sesuai, mereka bisa saja menghentikan proses wawancara lebih cepat.

Sebaliknya, kalau proses interview kerja berlangsung lama, ini bisa jadi sinyal positif bagi Anda. Kemungkinan perekrut merasa tertarik dengan potensi Anda dan berusaha menggali informasi lebih spesifik. Anda bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan keunikan diri pada interviewer. Dengan demikian, kemungkinan Anda lolos bisa lebih besar.

You May Also Like

About the Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *